
Bedog Arts Fest 2026
Bedog Arts Fest (BAF) adalah ruang seni yang hidup bersama masyarakat sejak 2007. Lahir dari semangat gotong royong dan tumbuh di tepi Sungai Bedog, festival ini bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan peristiwa kebudayaan yang mempertemukan seniman, warga lokal, dan publik luas dalam satu ekosistem kreatif yang saling menopang. Selama lebih dari satu dekade, kesinambungan itulah yang kami jaga sebagai nilai utama.Pada 2025, BAF menaruh perhatian serius pada keberlanjutan lingkungan lewat semangat green festival: merawat Sungai Bedog dan alam sekitarnya sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas festival. Kini, dari fondasi kepedulian terhadap alam itu, BAF melangkah lebih jauh dengan meluaskan perhatiannya kepada manusia. Sebab lingkungan yang sehat baru bermakna penuh ketika manusia yang mendiaminya juga hidup utuh dan bermartabat.Bedog Arts Fest 2026 hadir dengan semangat (nge)Rawat Rasa: undangan terbuka untuk merayakan, merefleksikan, dan menghidupi kembali nilai-nilai kemanusiaan melalui seni pertunjukan. Bersama seniman, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan, kami percaya bahwa seni adalah salah satu cara paling jujur untuk menjaga manusia tetap manusia.
Tanggal & Lokasi
2 – 10 Oktober 2026
Studio Banjarmili, Kradenan, Sleman
Program Utama
Panggung Pertunjukan
di Atas Sungai Bedog
Pertunjukan lintas disiplin di atas aliran Sungai Bedog, dibingkai ribuan lampu senthir.
Pertunjukan Kolaborasi Peranakan
Karya tiga negara serumpun (Indonesia, Malaysia, Singapura) tentang Budaya Peranakan sebagai warisan bersama.
Mat Pilates, Cek Kesehatan Gratis, Ngudari Rasa, Workshop pembuatan Zine
Jeda di atas aliran Sungai Bedog. Sesi mat pilates terbuka untuk semua, termasuk pemula. Merawat kesehatan tubuh dengan cek kesehatan bersama Puskesmas Gamping II. Merawat kesehatan mental dengan bincang-bincang Ngudari Rasa dan workshop pembuatan zine.
Pasar Warga & Program Ramah Lingkungan
Kolaborasi dengan warga desa keradenan menjajakan kuliner khas dari dapur-dapur warga : resep turun-temurun, ingatan keluarga, dan jajanan lokal khususnya di yogyakarta.
Fun Talks
Cerita, tawa, dan pengalaman dari beragam pembicara tentang merawat rasa sehari-hari.
Pameran “Ruang Bicara”
Pameran terbuka untuk karya dalam beragam bentuk: lukisan, tulisan, kostum, musik, zine, hingga kriya.
RANGKAIAN ACARA
Rangkaian Acara Bedog Arts Fest 2026: “(nge)Rawat Rasa”
Bedog Arts Fest tidak dimulai di hari pertunjukan. Ia dimulai berminggu-minggu sebelumnya, bersama warga: dari obrolan, kerja bakti, hingga belajar bersama.
(29 Agustus 2026) Sosialisasi ke Warga dan Publik : Forum pengenalan program agar warga memahami visi festival dan terlibat sejak awal.
(6 September 2026) Workshop penguatan waste management : Edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, agar warga mampu membantu mengelola sampah secara mandiri selama festival
(6 September 2026) Workshop warung warga berbasis kelokalan : Pelatihan mengolah makanan lokal dan menyajikannya dengan cara ramah lingkungan.
(18 September – 1 Oktober 2026) Pembangunan panggung dan artistik area : Panggung di atas sungai dan instalasi artistik dibangun bersama warga dan tim produksi.
(27 September 2026) Kerja bakti area festival : Membersihkan ruang publik dan menyiapkan lingkungan sambil menumbuhkan semangat gotong royong.
(1 Oktober 2026) Temu Media dan Preview Panggung : Media melihat panggung yang hampir selesai sebagai pembuka kabar festival.
(2 Oktober 2026) Hari 1 - Program Non Panggung : Workshop Zine, Ruang Napas, Fun Talks, Pameran Ruang Bicara, dan Pasar Lokal Warga.
(3 Oktober 2026) Hari 2 - Pertunjukan : Panggung Pertunjukan di Atas Sungai bersama seniman lintas disiplin dan warga.
(9 Oktober 2026) Pasca Festival : Pertunjukan Kolaborasi Indonesia–Malaysia–Singapura.
(10 Oktober 2026) Pasca Festival : Pertunjukan Kolaborasi Indonesia–Malaysia–Singapura (lanjutan).
Panggung Pertunjukan di Atas Sungai
Sabtu, 3 Oktober 2026
Panggung utama festival adalah pintu masuk: titik magnetis yang mengajak kita berkumpul, menyaksikan, dan merasakan getaran energi kolektif. Panggung ini dibangun tepat di atas aliran Sungai Bedog, lanskap alami yang diolah menjadi ruang pertunjukan terbuka dengan latar ribuan lampu senthir. Cahaya hangatnya membingkai setiap aksi artistik dalam suasana yang intim dan menyentuh.Ruang ini juga meluas ke pohon-pohon di tepi sungai, tebing, hingga kolam mata air, menjadi medan eksplorasi bagi para seniman. Setiap karya menyatu dengan alam di sekitarnya, menghadirkan pengalaman yang hanya bisa ditemui di Bedog Arts Fest.Beberapa karya juga dikolaborasikan dengan warga dan anak-anak desa penyelenggara, memperkuat ikatan antara seni dan komunitas, serta menyatukan lintas generasi dan budaya.


Pertunjukan Kolaborasi: Budaya Peranakan sebagai Warisan Budaya Bersama
Indonesia – Malaysia – Singapura
9–10 Oktober 2026
Pertunjukan ini mempertemukan seniman dan praktisi seni dari tiga negara serumpun Melayu, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dengan tema Budaya Peranakan. Budaya ini tumbuh melalui proses yang berbeda di tiap negara, sehingga melahirkan sudut pandang dan narasi yang beragam, sekaligus kemiripan dalam musik, tari, teater, dan praktik seni budaya lainnya.Karya dikemas sebagai pertunjukan kontemporer dengan pendekatan ruang interaktif. Penonton tidak duduk di hadapan panggung konvensional, melainkan masuk ke dalam ruang yang intim, sehingga pengalamannya lebih dekat dan personal.Sutradara: Melati Suryodarmo, seniman pertunjukan yang aktif sejak 1990-an dan dikenal lewat eksplorasi tubuh dengan tema identitas, memori, dan kondisi manusia. Ia pernah menjadi Direktur Artistik program Indonesia Bertutur (2022 dan 2024) dan menerima Bonnefanten Award for Contemporary Art (BACA) pada 2022.Dramaturg: Ugoran Prasad, penulis fiksi, dramaturg, dan peneliti studi pertunjukan yang aktif sejak awal 2000-an. Ia salah satu penggagas Garasi Performance Institute dan vokalis band Majelis Lidah Berduri.
Program ini merupakan inisiatif UNESCO Jakarta dengan tema “Embracing Shared Heritage Through Performing Arts”, didukung Temasek Foundation, dengan produksi oleh ARS Management.
Workshop Zine: Ruang Ekspresi DIY
Jumat, 2 Oktober 2026
Studio Banjarmili kembali membuka ruang bagi anak-anak sekitar Kradenan untuk belajar dan menyaksikan pertunjukan seni khusus anak — kolaborasi bersama Gulali Festival, festival pertunjukan anak berskala nasional.
Program ini menjadi langkah kecil Yayasan Banjarmili dalam menumbuhkan apresiasi seni sejak dini dan menyambung kedekatan anak-anak dengan ruang kreatif di lingkungannya sendiri.


Ruang Napas: Yoga & Meditasi untuk (nge)Rawat Rasa
Wellness session in nature
Jumat, 2 Oktober 2026
Di tengah hari-hari yang padat, kita sering lupa berhenti sejenak dan menyadari hubungan antara tubuh, pikiran, dan perasaan. Ruang Napas mengajakmu kembali mengenali tubuh, napas, dan kondisi batin.Sesi dimulai dengan pengenalan sederhana tentang kesadaran tubuh dan meditasi singkat, lalu berlanjut ke praktik yoga yang berfokus pada pelepasan ketegangan dan relaksasi. Semuanya berlangsung di panggung terbuka di atas aliran Sungai Bedog, ditemani bunyi air yang mengalir dan udara pagi yang segar.Terbuka untuk semua tingkat pengalaman, termasuk pemula. Tidak ada tuntutan untuk tampil sempurna. Yang diutamakan adalah kenyamanan, ritme personalmu, dan koneksi dengan dirimu sendiri.
Fun Talks
Jumat, 6 Oktober 2026
Fun Talks adalah ruang berbagi yang terbuka bagi siapa saja: seniman, kreator, pekerja kreatif, peneliti, aktivis, atau individu dengan cerita personal yang menginspirasi. Tidak dibatasi satu disiplin, justru merayakan beragam pengalaman: perjalanan berkarya, proses menemukan makna, kegagalan yang membentuk ketahanan, hingga momen kecil yang mengubah cara kita memandang hidup.Dalam kerangka (nge)Rawat Rasa, Fun Talks mengingatkan bahwa merawat rasa tidak selalu lewat percakapan berat atau refleksi yang sunyi. Kadang rasa justru pulih lewat tawa, cerita santai, dan pertemuan yang hangat. Kebahagiaan juga sebuah praktik: sesuatu yang bisa dibangun, dibagikan, dan dirayakan bersama.


Pameran “Ruang Bicara”
2 - 3 Oktober 2026
Ruang Bicara adalah pameran yang terbuka bagi masyarakat untuk mengekspresikan gagasan, pengalaman, dan refleksi personal. Berbeda dari pameran konvensional yang sering terbatas pada medium tertentu, di sini karya boleh hadir dalam bentuk apa pun: lukisan, tulisan, kostum, musik, zine, kerajinan tangan, dan praktik kreatif lainnya.Setiap karya melalui proses kuratorial sederhana agar tetap berkaitan dengan tema (nge)Rawat Rasa. Hasilnya adalah pameran yang tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga membuka dialog: berbagai suara dan perspektif hadir berdampingan, dan percakapan baru tumbuh dari pertemuan antara karya dan pengunjung.
Warung Warga Kradenan
2 - 3 Oktober 2026
Pasar Lokal Warga menghadirkan kuliner khas yang dikurasi dari dapur-dapur warga sekitar. Di sini kamu bisa mencicipi ragam makanan lokal yang otentik.Pasar ini bukan hanya ruang niaga, tetapi juga ruang cerita: tentang resep turun-temurun, ingatan keluarga, dan rasa yang membumi. Di festival ini, makanan menjadi jembatan antarbudaya dan antargenerasi.

Seniman Panggung Bedog Arts Fest 2025
Tahun ini, Bedog Arts Fest menghadirkan seniman lintas disiplin dari berbagai wilayah di Indonesia — dari kesenian tradisi hingga pertunjukan eksperimental. Mereka datang dengan semangat sambung-menyambung, menafsir ulang hubungan antara tubuh, alam, dan masyarakat melalui karya mereka.
Setiap penampil akan berinteraksi langsung dengan ruang Sungai Bedog, menjadikan festival ini bukan sekadar panggung, melainkan peristiwa yang hidup bersama warga dan lingkungan sekitarnya.
Seniman Panggung
Bedog Arts Fest 2025
Reyog Manggolo Mudho
Yogyakarta Indonesia
Ari Candra
Surabaya Indonesia
Sirip Kuning
Yogyakarta
Yogyakarta Indonesia
Prehistoric
Body Theater
USA & Indonesia (Yogyakarta & Surakarta)
Pulung x Pulung Dance Studio
Yogyakarta Indonesia
Keroncong
Kamulyan
Yogyakarta Indonesia
Pemberdayaan Warga
Warga Bukan Sekadar Penonton
Warga adalah bagian penting dari ekosistem festival yang terjaga sejak BAF pertama kali digelar. Partisipasi mereka bukan sekadar kontribusi, tetapi pondasi yang membentuk semangat bersama. Lewat keterlibatan aktif, warga menjaga dan menghidupkan nilai sosial-budaya, menciptakan proses belajar bersama, sekaligus memperkaya pengalaman setiap pengunjung.Lebih dari festival tahunan, program ini adalah kontribusi nyata BAF untuk rencana jangka panjang pengembangan Dusun Kradenan sebagai desa wisata. Pengetahuan yang dibagikan, keterampilan yang diasah, dan praktik pelayanan yang dilatih diharapkan menjadi bekal awal warga merancang ekosistem pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Festival menjadi batu loncatan bagi tumbuhnya komunitas kreatif dan sadar lingkungan yang siap menyambut masa depan pariwisata berkelanjutan.
Green Festival
Menggantikan bagian “Almost Green Festival” yang lama.
Green Festival: Menyulap Limbah Menjadi Cahaya
Bedog Arts Fest berkomitmen menjadi festival yang ramah lingkungan. Tahun ini, kami secara aktif mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong alternatif yang berkelanjutan.
Inovasinya hadir lewat sampah plastik festival yang diolah menjadi bahan bakar lampu senthir, mengubah limbah menjadi cahaya. Sistem pengelolaan sampah dirancang bersama warga dan relawan, agar setiap jejak festival tidak menjadi beban bagi lingkungan.
Jejak Bedog Arts Fest
Sejak 2007, Tumbuh Bersama Sungai
Pada 2012, Bedog Arts Fest menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pemrakarsa dan Penyelenggara Festival Seni Pertunjukan Internasional yang Digelar di Lingkungan Sungai. Bukti bahwa ruang alternatif seperti sungai mampu melahirkan pengalaman artistik yang dalam dan berdampak.
| Angka | Keterangan |
|---|---|
| Sejak 2007 | Festival seni pertunjukan di tepi Sungai Bedog |
| Ratusan performer | Dari tingkat lokal, regional, hingga internasional (2007–2025) |
| 200+ warga | Terlibat sebagai panitia setiap tahun |
| 2.000+ pengunjung | Dalam setiap hari penyelenggaraan |
© Bedog Arts Fest 2026. All rights reserved.









































